Dengan seiringnya Waktu berjalan saya amati makin Banyak pengikut manhaj salaf.

Orang-orang pengikut Ormas islam yg sentiman dan Iri, dengki, kebanyakan menyebut mereka Wahabi/ Salafi Yg mudah mengkafir-kafirkan, membid’ah-bid’ahkan dan menyesat-nyesatkan. Saya rasa mereka/ahli bid’ah terlalu berlebihan atau melebih-lebihkan. Karena mereka ahli bid’ah tersinggung karena tujuan melegalkan bid’ah atau amaliahnya yg menyimpang dari 2 pentunjuk Qur’an dan Hadits di Kritisi.

Saya amati sebenarnya tak seorangpun ust dari manhaj salaf di Rodja maupun di radio atau tv sunnah lainnya yg mengatakan seperti yang di tuduhkan oleh mayoritas pengikut ormas islam/ ahli bid’ah. Mereka hanya mengada-ngada dan sebagian hanya ikut-ikutan dan sebagian tervropokasi oleh artikel di media yg isinya berita plintiran yg di buat oleh sebagian Ust dan orang-orang yg dengki dengan dakwah sunnah.

Alhamdllh Saya senang melalui dakwah Radio Rodja dan tv rodja dan radio/ Tv sunnah lainnya, Akhirnya makin banyak orang-orang yg mengenal Aqidah islam yg murni. Cuma yang saya sayangkan mereka banyak yang fanatik dan tidak mau tau dengan Dakwah si A si B dan si C dan seterusnya.

Mereka pengikut manhaj salaf mengklaim Ahli bid’ah adalah Fanatik, tapi memang kenyataannya menurut saya kebanyakan semua Ahli bid’ah pengikut Ormas islam itu memang hampir semua fatatik. Selain Fanatik dengan kelompok/ormasnya, mereka juga fanatik dengan Mazabnya dan merasa bangga dengan kelompoknya masing-masing.

Tetapi yg tidak saya habis pikir Ternyata saya amati mereka pengikut manhaj salaf juga banyak yg terjebak fanatisme sendiri, mereka merasa pemahaman yg di dakwahkan oleh Ust dari kalangan pengikut ormas salah semua, yang saya tau mereka condong hanya mau mendengar ceramah dari kalangan ust yg di fens atau di ikuti di majlis Ta’limnya saja. Begitu juga dengan unat islam dari pengikut Ormas nya juga mereka mayoritas rata-rata lebih taqlid buta sama kiay yg mereka tahu atau mereka sukai saja.

Fanatik di pengikut manhaj Salaf, yg banyak saya jumpai mereka mengatakan “kita kan sudah benar ngapain dengarin yg lain” itulah fanatik dari mayoritas pengikut manhaj salaf.

Sebuah pengalaman pribadi. Setiap hari saya dengar/ hobi dengar dakwah Via radio dan semua radio dakwah saya dengarin tak pandang Yang ceramah itu dari kalangan ust pengikut Ormas atau ust2 dari ahli bid’ah, maupun ustad dari pengikut manhaj dari rodja semua aku dengarin. Bahkan ceramah dari agama plintiran dari Kristen, Khatolik dan hindupun sy dengarin.

Dan di dalam sebuah radio dakwah pasti ada lantunan ayat-ayat Alqur’an ples terjemahannya. menurutku sangat sejuk didengar. Dan stiap hari saya dengar dengan gonta ganti gelombang kadang radio dakwah ahli bid’ah dan kadang radio rodja atau sunnah.

Pada suatu hari ada tetangga dari kalangan ahli bid’ah nanya dan sering bener nanya ke saya : Singkat cerita beliau nanya emang gak bosen mas denger kaya gitu mulu, lama-lama bosen tau dengernya, saya senyum dan sambil jait ngebut karena posisi saya lagi jahit, tapi dlm hati agak mengganjal dikit, tapi gak saya tanggapin Soalnya lagi serius jaitnya. Tapi dalam hati saya dengar ibadah/ nyimak dapat pahal kok bosen..? Bukankah mendengar dakwah dan mendengar lantunan ayat-ayat alqur’an kita juga dapat pahala??

Dan pada suatu hari juga ada tetangga yang pengikut manhaj salaf ketika saya lagi dengar radio ahli bid’ah, beliau bilang sama saya : Mas jangan dengerin radio begitu gak bagus hati-hati kena Syubhat, dan saya sering dapat teguran seperti itu.

Dan saya jawab pak kalau mendengar dakwah jangan hanya Dari A ,B dan C biar gak taqliid dan fanatik dan jangan dengarin atau nyimak cuma sehari atau dua hari atau sekali dua kali tapi simakkah setiap hari ntah itu dakwah dari manapun sumbernya dan dengar dakwah jangan pandang bulu atau membeda-bedakan antara Ust A, B Dan C dan seterusnya biar gak fanatik buta dan juga biar gak taqlik buta .

Di semua yg di sampaikan Oleh ust A, B Dan C di situ ada ilmunya, mengenai cara dalam memahami tergantung dengan kitanya sendiri. Kita di beri akal untuk menilai dan memahami mana yg baik yg Berdasarkan dua petunjuk yaitu Qur’an dan Hadits Dan ijma para sahabat Yang sanad Dan Matannya lebih kuat, dengan yang tidak berdasarkan dua petunjuk yaitu dari katanya- katanya dari kebanyakan orang atau kata nenek moyang. kita harus bisa memahami dengan akal yang jernih bukan dengan akal plintiran.

Dan juga pada suatu hari saya berkunjung kesuatu majelis ta’lim/ tempat pengajian sekumpulan ahli bid’ah yang mengkaji sebuah kitab gundul atau kitab kuning ntah itu kitab karya ulama siapa saya lupa, Tapi kalau gak salah Imam syafii soalnya kitabnya sempet disodorin kesaya 2 biji…mereka ust para ahli bid’ah di situ sangat menyarankan saya mengikuti pengkajiannya karena kebetulan ust-ustnya ada yang sama dengan saya asal kediri jatim.

Dan singkat cerita ngobrol-ngobrol ngalor ngidul dan panjang lebar…mereka nanya pernah ikut pengajian…dan saya awab sering pak, Cuma lebih sering dengarin lewat radio, Tv dan Internet, Mp3, Mp4 dlln… Karena mau datang langsung tidak bisa karena terikat dengan kerjaan. Dan singkat cerita eh ujung-ujungnya mereka jelek-jelekin dan ngrendahin Ust yang ada di Tv dan Radio. mereka bilang jangan dengar dakwah di Radio maupun  Tv maupun Media lain. “Gak bener”, Apalagi yang di siarin di Tv/radio rodja dan trasns tv yg judulnya berita islam masa kini dan mereka bilang dakwahnya bukan karena Alloh tapi karena uang dan masih banyak lagi mereka bilang…saya mendengarnya telinga saya nyampe gimana gitu, tapi saya cuma senyum Terpaksa aja merendahkan diri sambil bilang Iya-iya, karena mau menyanggah keadaan waktu itu Belum memungkinkan.

Buat temen fb Wabilkhusus para pengikut setia nenek moyang atau ahli bid’ah (maap),.. Atau pengikut Firqoh islam/Ormas islam.
perbanyaklah menggali ilmu dan mencari tau ilmu yang jelas. Yaitu ilmu yang bermanfaat, jangan memandang dari mana sumber ilmu itu kita dapat, darimanapun ilmu itu terimalah namun pandai-pandailah mencerna dan memahami mana yang baik dan mana yang buruk dan mana yang berdasarkan Qur’an dan Hadits dengan yang mana yg tidak berdasarkan Qur’an dan Hadist atau berdasarkan katanya-katanya/ kata-kata dari kebanyakan orang kata nenek moyang.

langkah untuk biar gak jadi orang yang taqlik buta maupun fanatik buta agar biar menjadi orang yang berwawasan luas,  Untuk mendapatkan semua itu tidak harus dari sekolah tinggi dan mondok bertahun-tahun.

Sekolah tinggi dan mondok bertahun-tahun tidak menjamin bagi saya (maap bukan berarti saya mengingkari yg sekolah tinggi dan mondok puluhan tahun). Yg sudah Sekolah tinggi dan mondok puluhan tahun jika mau di tambah dengan menggali ilmu sendiri insyaallah akan makin bertambah Wawasannya.

Biar gak taqlik buta dan fanatik buta, caranya Yaitu cukuplah menjadi muslim untuk islam yg satu yg sesuai Dengan 2 pentujuk. Jangan ikut Kelompok, golongan ( oramas islam).
Dan biasakan hobi membaca/perbanyaklah membaca buku-buku yang bermanfaat dan jelas sumbernya dan penerbitnya, buku apa aja silahkan di baca ntah itu buku plintiran ahli bid’ah maupun bukan, tapi ingat kita harus bisa dan pandai-pandai menilai mana yg baik dengan yang tidak. dan hobiin mendengar tausiah-tausiah atau dakwah-dakwah pengkajian dari manapun ntah itu lewat media maupun bukan, ntah itu lewat mp3 ataupun dari mp4 intinya simak semua yan berbau islami ntah itu debat antar ormas. ntah itu debat antar sekte, ntah itu debat antar agama silahkan di simak semua, biar tau oh yang itu gini dan yang ini gitu dsbt. ( dengan cara ini suatu saat anda akan menemukan kebenaran yg sebenarnya).

kalau Mendengar ceramah atau dakwah jangan hanya sekali atau dua kali tapi simaklah terus usahain ketika kita mau nonton atau dengar radio atau tv ketika di tengah kesibukan apalagi di waktu senggang utamain dengar dan tonton yang bermanfaat, jangan utamain sinetron, Bola dan sejenisnya..
Dan kalau dengar ceramah jangan hanya ust/kiay yang di fens saja, karena itu membuat kita taqlik buta tapi dengarlah semua karena dakwah tidak semua bisa di jadikan tolak ukur kebenarannya begitupun ormas, kelompok semua itu tidak bisa di jadikan tolak ukur, yang bisa di jadikan tolak ukur kebenarannya hanyalah Alqur’an atau yg berdaaarkan Qur’an dan hadits yg sahih.

Mohon maap  jika kata-kata saya jika mungkin ada yang menyinggung pengikut manhaj Salaf (salafi) dan juga mugkin sangat menyinggung ahli bid’ahnya atau mungkin kritikan saya terlalu pedas atau mungkin saya orang paling berani menentang tradisi nenek moyang, sekali saya mohon maaap saya hanya menyampaikan dan mengingatkan dan selebihnya terserah masing-masing, intinya sampaikanlah yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

Wallohu A’lam.

 Dwiwap

Comments

comments

tags: