Membahas Bid’ah, Wahabi dan perbedaan memang tidak ada ujungnya, maka dari itu mari kita sudahi, yg penting kita sudah menyampekan bahwa yg benar itu benar dan yg salah itu salah. (Sadarilah bahwa semua itu memang ujian dari Allah). Marilah jika ada perbedaan pendapat kita kembalikan kedalam Al-Qur’an dan Hadist. Jangan di kembalikan kedalam perkataan dari kebanyakan orang atau katanya2. Tidak peduli itu Ustad, kiay atau Ulama2 terdahulu maupun sekarang.

Dan Perlu kita dan anda ketahui Imam yang 4 Hanafi, Safi’i, Maliki, Hambali dan Imam lainnya dan juga Syaikh Bin bas, Syaikh Abdul bin Wahab, Syaikh Ibnu Taimiah , Syaikh Utsaimin, Syaikh Albani Dan lainnya, dan ulama2 terdahulu lainnya tanpa kecuali. Mereka bukan Rosul, mereka bukan Nabi, mereka bukan sang peneriwa wahyu. Jangan di Taqlid-i. (Namun bukan berarti mengingkari mereka).
Mereka hanya manusia biasa seperti kita yg tak luput dari salah dan Dosa.😊.

>> Dilarang taqlid : Taqlid bisa mematikan kriativitas ketajaman hati dan ketajaman pikiran. Kecuali Berdasarkan dalil yg kuat.

#Mari_kita_renungkan_semua.

Allah menciptakan semua mahluknya dgn penuh cinta dan kasih sayang. Allah juga menciptakan segala sesuatu yg sebagian hanya di ketahui olehnya. Jika anda mengingkari hal ini, artinya sama saja dgn mengingkari kekuasaan Allah.

Kenapa Allah menciptakan pria dan wanita apabila keduanya memiliki sifat2 yg berbeda? Jika menurut anda pria lebih tinggi dari wanita, kenapa tidak di ciptakan satu jenis kelamin saja agar sama derajatnya?

Kenapa Allah menciptakan manusia dgn warna kulit yg ber beda-beda ? Ada yg berkulit putih, sawo matang, kuning, hitam dan sebagainya. Jika warna kulit tertentu lebih tinggi derajatnya dari warna kulit yg lain, kenapa Allah yg maha hebat tidak menciptakan warna satu kulit saja untuk seluruh umat manusia ?

Kenapa juga Allah nenciptakan manusia ada yg di beri kelebihan, sementara yg lain di beri kekurangan? Bukankah ini tidak adil? Bukankah ini suatu ketimpangan?

Allah berfirman : Dan jika tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua yg di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yg beriman semuanya? (Qs. Yunus).

Justru Allah sengaja, dan Allah tahu, bahwa perbedaan membuat dunia ini penuh dengan warna. Perbedaan menjadikan dunia seisinya penuh keseimbangan dan keselarasan.

Di samping itu, Allah juga sebenarnya sedang menguji kita dan anda semua. Apakah dengan karena perbedaan ini kita/anda bisa hidup berdampingan dengan baik?
Apakah hanya karena perbedaan pendapat anda bisa menjadi bermusuh2 han?
Apakah karena beda agama dan beda warna kulit/penahanan membuat hatimu penuh dgn kebencian?

 Dwiwap

Comments

comments