Dalam Islam babi adalah haram dimakan. Firman Allah Subhana Wataala : Qs Al Baqarah:173, Qs Al Maidah;3, Qs Al An’aam:145, dan Qs An Nahl:115.

Dalam Al Quran surah Al Baqarah:173

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dalam Al Quran surah Al An ‘aam:145

Katakanlah:  Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ternyata, Yesus pun mengharamkan memakan babi sebagaimana tercantum dalam alkitab. Tapi, kenapa umat kristen malah tidak mengikuti ajaran Yesus tersebut dan malah anti-yesus dengan menghalalkan makan babi ???

Alkitab cetakan baru tahun 1996-2005

Imamat 11:7-8  Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.

Ulangan 14:8 juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.

Alkitab cetakan lama 1991

Imamat11:7-8 Demikian juga  babi, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.

Alkitab cetakan lama tahun 1941

Imamat 11:7-8 Dan lagi babi, karena soenggoehpon koekoenja terbelah doewa, ija itoe bersiratan koekoenja, tetapi tiada ija memamah bijak, maka haramlah ija kapadamoe. Djangan  kamoe makan daripada dagingnja dan djangan poela kamoe mendjamah bangkainja, maka haramlah ija kapadamu.

Menurut Alkitab, babi adalah haram. Namun, Kenyataannya oleh umat kristen baik diternak secara khusus, dipelihara, dirawat dan dijadikan sebagai bahan dagangan, dagingnya diperjualbelikan sebagai sumber penghidupan. Padahal jangankan memakannya, menyentuh tubuhnya saja dilarang dalam Alkitab.

Semua umat Islam mengharamkan babi. Tetapi hampir semua umat Kristen justru makan babi, kecuali sebagian kecil saja dari sekte Advent. Ini membuktikan bahwa yang ikut firman Allah dalam Alkitab tentang haramnya babi, adalah umat Islam. Sementara umat Kristen yang menjadikan Alkitab sebagai Kitab Sucinya, justru tidak mengharamkan makan babi, bahkan babi merupakan makanan kesukaan mereka.

Tentu menjadi pertanyaan, mengapa umat Kristen tidak mengharamkan makan babi, justru malah mereka menghalalkannya padahal Yesus sendiri mengharamkan makan babi sebagaimana tercantum dalam alkitab ??

Ternyata tanpa mereka sadari, mereka telah mengikuti paham Paulus yang mengatakan bahwa segala sesuatu itu halal.

Perhatikan ucapan Paulus sebagai berikut:
Korintus 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.

Ayat-ayat dalam berbagai bahasa tersebut adalah Surat Kiriman Paulus kepada jemaatnya di daerah Korintus. Pendapat Paulus yang menghalalkan sesuatu, seperti daging babi dan lain-lain, bertolak belakang dengan firman Allah yang mengharamkan babi.

Sebagai umat beragama dan pengikut Yesus yang taat, semestinya yang diikuti umat kristen adalah firman Allah dan ajaran Yesus, bukan pendapat Paulus yang hanya manusia biasa.

Seandainya umat Kristen mengikuti perintah alkitabnya dan ajaran Yesus tentang haramnya babi dan lain-lain, dan bagaimana cara menyembelih hewan, rasanya dalam hal makanan, tidak terlalu diragukan lagi antara Islam dan Kristen bila menghadapi jamuan atau sejenisnya.

Ada juga sebagian umat Kristen mengatakan bahwa yang haram itu adalah “babi hutan”,  jadi “babi piaraan” tidak haram. Padahal Alkitab cetakan lama tertulis “babi”, sementara Alkitab cetakan baru diubah menjadi “babi hutan” Tentu saja yang benar yaitu “babi”, sebab semua Alkitab cetakan lama tertulis “babi”.
Makna “babi haram”, berarti semua babi haram, tidak boleh dimakan, termasuk babi hutan. Tetapi “babi hutan haram”, berarti semua babi boleh dimakan, kecuali babi hutan.

Contoh: kata “dilarang merokok “ maknanya semua rokok apapun mereknya tidak boleh dihisap. Manakala diubah menjadi “dilarang merokok bentoel”, berarti semua rokok bisa dihisap, kecuali rokok bentoel bukan? Ini membuktikan bahwa penambahan satu kata saja bisa mengubah makna dan arti.

Contoh lain “orang“ jika ditambahkan kata “hutan” akan menjadi “orang hutan”, tentu artinya sangat jauh berbeda. Demikian juga “babi” dengan “babi hutan” pasti berbeda.
Tetapi sebagian umat Kristen ada juga yang menjadikan alasan babi halal berdasarkan Injil  Matius 15:11 sebagai berikut:
“Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk kedalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut yang menajiskan orang.”

Alasan tersebut tidak rasional dan tidak kuat, sebab jika asal masuk ke dalam mulut manusia tidak menajiskan, bagaimana jika yang masuk ke mulut adalah: ganja, morphin, shabu-shabu dan sejenisnya apakah jadi halal walaupun merusak tubuh, jiwa dan pikiran manusia?
Yang namanya ganja, morphin, shabu-shabu dan sejenisnya, walaupun sebelum masuk ke mulut manusia dibacakan doa kepada Tuhan atau Yesus, tetap saja haram hukumnya.

 Dwiwap

Comments

comments

tags: