Pengertian TAKLID
• keyakinan atau kepercayaan kpd suatu paham (pendapat) ahli hukum yg sudah-sudah tanpa mengetahui dasar atau alasannya;
• peniruan.

SEJARAH
• Kalau kita masuk kedalam Pondok Pesantren yang tradisional zaman penjajahn
• Biasanya ada peraturan yang tidak tertulis.
• Kita akan melihat betapa berkuasanya KYAI di pondok Pesantren tersebut.
• Santrinya tidak boleh bertanya
• Santrinya tidak boleh membantah
• Santrinya tidak boleh memotong pembicaraan KYAI nya
• Santrinya tidak boleh berjalan didepan KYAI nya.
• Santrinya kalau jalan tidak boleh mendahului KYAI nya
• Santrinya harus mengikuti apa kata KYAI nya.

AKIBATNYA
• Apabila santrinya jadi uztad
• Maka santri itu akan mengikuti tradisi KYAI nya.
• Maka jamaah santri itu akan terbawa arus tradisi uztadnya.
• Begitu seterusnya akan terjadi di masyarakat umat Islam.

KULTUR SEPERTI INILAH YANG DIKEHENDAKI ORIENTALIS (YAHUDI DAN KRISTEN)

INI TERJADI PADA ZAMAN PENJAJAHAN
• Pegang KYAI nya maka pengikutnya akan mudah dikuasai.

Wallahu’alam bi ishawab

=========================

Agama Islam memerintahkan para pemeluknya untuk mengikuti dalil dan tidak memperkenankan seorang untuk bertaklid kecuali dalam keadaan darurat (mendesak), yaitu tatkala seorang tidak mampu mengetahui dan mengenal dalil dengan pasti. Hal ini berlaku dalam seluruh permasalahan agama, baik yang terkait dengan akidah maupun hukum (fikih).

Oleh karena itu, seorang yang mampu berijtihad dalam permasalahan fikih, misalnya, tidak diperkenankan untuk bertaklid. Demikian pula seorang yang mampu untuk meneliti berbagai nash2 syari’at yang terkait dengan permasalahan akidah, tidak diperbolehkan untuk bertaklid. (pendapat ini yg di Taqlid-i oleh mayoritas umat islam, Tiada sumbernya Dari Qur’an maupun hadits semua itu hanyalah pendapat Manusia biasa jangan di Taqlid-i).

Sikap taqlid buta terhadap suatu pemikiran, seperti kepada madzhab, kepada prinsip organisasi atau ormas, kepada tradisi, juga taqlid kepada tokoh tertentu seperti kepada ulama tertentu, kepada tokoh jihad tertentu, kepada nenek moyang, atau kepada orang yang dianggap mulia, ini dapat menghalangi seseorang untuk mengikuti dalil dan mengetahui kebenaran. Hal ini disinggung dalam Al Qur’an:

Dan apabila dikatakan kepada mereka :
Ikutilah apa yang telah diturunkan Alloh! Mereka menjawab :(TIDAK), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (PERBUATAN) nenek moyang kami. Apakah mereka akan mengikuti juga, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?(Qs. Al-Baqarah:170).

Comments

comments