Mereka bilang tahlil berisikan:
1. Membaca Surat Al-Fatihah
2. Membaca Surat Yasin.
3. Membaca Surat Al-Ikhlash.
4. Membaca Surat Al-Falaq
5. Membaca Surat An-Naas
6. Membaca Surat Al-Baqarah ayat 1 sampai 5
7. Membaca Surat Al-Baqarah ayat 163
8. Membaca Surat Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi)
9. Membaca Surat Al-Baqarah ayat 284 sampai akhir Surat.
10. Membaca Istighfar
11. Membaca Tahlil
12. Membaca Takbir
13. Membaca Tasbih
14. Membaca Tahmid
15. Membaca shalawat Nabi.
16. Membaca Asma’ul Husna.
17. Membaca do’a.

Tasbih tahmid takbir dan tahlil masa tahlil dibilang bid’ah??

Jawab :
=> Apa yang anda paparkan memang ibadah yang disyari’atkan dalam Islam tanpa ada keraguan di dalamnya, tetapi perlu diingat ibadah tersebut harus sesuai dengan contoh dari Nabi Muhammad Saw baik dalam perihal : tempatnya, waktunya, sebabnya, jumlah bilangannya, tata caranya, jenisnya.

=> Saya beri contoh mengkhususkan membaca yasin setiap malam jumat, pengkhususan malam jumat harus ada contoh dari Nabi dengan berdsarkan dalil yang shahih dan jelas dan ternyata tidak ada dalil yang kuat dan jelas.
Bukan membaca yasin yang bermasalah tetapi pengkhususannya pada malam Jumat yang bid’ah.

=> Contoh lain tahlilan di dalamnya membaca laillah haillalloh dalam jumlah bilangan tertentu, pada waktu tertentu yaitu 1,2, 3, 25, 40, 70, 100, 1000, setiap tahun, dengan gerakan tertentu, dan dengan jumlah bilangan tertentu, hal² yang tertentu² ini harus ada contoh dari Nabi Muhammad dengan berdsarkan dalil yang shahih dan jelas dan ternyata tidak ada dalil yang kuat dan jelas.
Bukan membaca laillah haillalloh yang salah, bahkan ini adalah dzikir yang paling utama tetapi pengkhususan hari, gerakan, jumlah bilangannya yang bid’ah.

=> Contoh lain maulid Nabi saw yang mungkin di dalamnya dibacakan sholawat pada hari kelahiran beliau, berkumpul² karena sebab hari kelahiran beliau, berdiri ketika mahalul qiyam dalam pembacaan sholawat ketika maulid Nabi saw, ini semua harus ada contoh dari Beliau, dengan berdasarkan dalil yang shahih dan jelas dan ternyata tidak ada dalil yang kuat dan jelas.
Bukan membaca sholawat yang keliru karena dia adalah ibadah yang disyariatkan tetapi pengkhususan ketika hari kelahiran nabi saw, jumlah bilangn tertentu, dengan tata cara tertentu yang tidak ada contohnya dari Nabi Muhammad saw.
 
 Dwiwap
 
 

Comments

comments