Mari kita kaji Qs An-nisa Ayat 59
 
Yang Artinya : Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taati Rasulnya dan Ulil Amri diantara kamu, kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir, yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (An-Nisa: 59)
Perhatikan kalimat Taat kepada Allah dan taat kepada Rasull.
Dan juga perhatikan kalimat kembalikan ke Allah dan kembalikan Ke Rasull.
Taat pada Allah= kembalikan Ke allah ini maksutnya suruh berpedoman dengan Alqur’an atau Wahyu.
Dan Taat pada Rasull= Kembalikan pada Rasull. Ini maksutnya suruh berpedoman pada hadits juga namun hadits yang ada sumbernya dari Qur’an.
Dan Taati Ulil Amri diantara kamu. Semua orang mayoritas umat islam mengartikan Ulil amri adalah penerintah/penguasa.
Namun menurut saya penguasa dan pemerintah itu hanya dalam artian untuk di dalam bernegara.
Ulil amri menurut saya adalah pemimpin, dalam setiap regu. Seumpama dalam desa kita harus taati lurah, dalam rw atau rt harus taati Rt/rw, dalam kabupaten taati pada bupati, dalam kec taati pada Camat dan seterusnya.
Nah kita tidak usah jauh2 untuk taat dalam hal seperti itu. maksut saya tidak perlu di bahas taat dengan hal demikan, karena rata2 pemimpin sudah kluar dari jalur islam/dalam dua petunjuk di bahas juga percuma. Taati ya taati tapi tidak perlu di bahas. Utamakan taat kepada Allah dan Rosulnya.
Perlu di garis bawahi= Dan taati ulil amri yg di maksut itu taati selagi tidak menyelisihi islam agama allah yg satu yg berdasarkan dua petunjuk. Jika menyelisihi Tidak patut kita taati.
Yang perlu kita cerna Maksut Taati ulil amri dalam Qs di atas adalah Taati ulil amri dalam berkaitan dengan agama islam yaitu taati Ulama, ust, kiay = maksutnya kita disuruh mengikuti mereka, mengambil pelajaran dari mereka tidak harus fanatik mengatakan ikuti ulama ini-itu seperti jaman sekarang yang islam golongan mengatakan mengikuti ulama maliki, safii dll, begitupun dengan salafinya mengatakan mengikuti seluruh imam Mazab, seluruh ulama salapus shaleh dan sejenisnya. (Namun tidak bisa di pungkiri bagi yg fanatik mereka akan tetep mengatakan seperti itu).
Sebenernya Kalau mengaku islam ya ikuti dua petunjuk, dan ikuti dua petunjuk atau yg berdasarkan qur’an dan hadits ini luas artinya, intinya tanpa kita tunjukkan kefanatikan kepada ulama tertentu atau ulama terdahulu.
Intinya Mereka tidak menyimpang dari sariat islam ikuti, jika menyimpang tidak usah di ikuti.
Namanya islam=muslim sudah pasti mengikuti Allah, Rosul, Sahabat Rasul, Tabiin. Atau ulama2 terdahulu yg pemahamannya sesuai sariat islam. Tidak perlu fanatik nengatakan Islam salafi atau islam Nu yg mengikuti mazab safiiyah atau mengikuti Salapus Shaleh Dan berbagai alasannya lainnya.
=========================
Mari kita renungkan bersama :
Marilah jika ada perbedaan pendapat kita kembalikan kedalam Al-Qur’an dan Hadist. Jangan di kembalikan kedalam perkataan dari kebanyakan orang atau katanya2. Tidak peduli itu Ustad, kiay atau Ulama2 terdahulu maupun sekarang.
Dan Perlu kita dan anda ketahui semua. Imam yang 4 yaitu Iman Hanafi, Imam Safi’i, Imam Maliki, Hambali dan Imam lainnya Termasuk Imam Hadits dan juga Syaikh Bin bas, Syaikh Abdul bin Wahab, Syaikh Ibnu Taimiah , Syaikh Utsaimin, Syaikh Albani Dan lainnya, dan ulama2 terdahulu lainnya tanpa kecuali. Mereka bukan Rasull, mereka bukan Nabi, mereka bukan sang peneriwa wahyu. (Sebagian Mereka adalah Ahli tafsir, Periwayat Hadits, Pengarang Kitab Fiqih dll. (Mereka semua tidak bisa di jadikan Tolak ukur). Jangan di Taqlid-i. (Namun bukan berarti mengingkari mereka).😊.
Mereka hanya manusia biasa seperti kita yg tak luput dari salah dan Dosa.😊.
=>> Dilarang taqlid : Taqlid bisa mematikan kriativitas ketajaman hati dan ketajaman pikiran. Kecuali Berdasarkan dalil yg kuat.

Kesimpulannya Mengenai Ulil Amri : Di Ayat yg saya Kutip di atas memerintahkan Untuk taat kepada Ulama bukan untuk bertaqlid buta, berfanatik buta dan jika ada perbedaan Maka kembalikan kepada ke dua petunjuk. Maksut di kembalikan kedua dalam petunjuk yaitu amalan/amaliah yg kita/anda praktekan ada dalilnya yg kuat dari Dua petunjuk atau tidak. Jika tidak ada maka tinggalkan tapsiran/pendapat para ulama tersebut. Namun bukan berarti mengingkari mereka. Wallohu alm

Dwiwap

Comments

comments