Hidup Hti, Maju Terus pantang mundur, Sadarkan pemerintah saya tau anda (Hti), tidak Anti Pancasila, dan tdk Anti Nkri. Cuma Anti bid’ah. Orang yg mengatakan Hti Anti pancasila dan Uud 1945 itu lebay, dan melebih2 kan.

Pemerintah indonesia (maap) bodoh jika mau bubarin Hti, karena nurutin Ahli bidah.😈😈😈

SEMOGA ALLAH MELINDUNGI & MEMBELA HTI YG MENGAJAK KEDALAM DUA PEDOMAN Umat islam yaitu Qur’an dan Hadits. Amiin


Renungkan Qs  Hadits yg saya kutip ini :

Buat Semua kususnya Umat islam yg Kebetulan membaca/ ngintip blog Ini. Wabil khusus umat Islam dr pengikut Ormas Nu dan pengikut ormas lainnya. Mari kita perhatikan dan hayati Terjemahan Ayat Alqur’an dan Hadits yg saya kutip di bawah ini, Jangan nyampai tidak di hayati bacanya nanti tidak nyambung..

Dalil-dali Alqur’an.

Firman Allah Subhana Wataala :

A). Dan Alqur’an ini adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat. (Al an’aam : 155)

B). Sesungguhnya Alqur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. (Al-Israa’ : 9)

C). Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu. (An-Nisaa’ : 105)

D). Dan Kami turunkan kepadamu Alqur’an, agar kamu menerangkan kepada ummat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan. (An-Nahl : 44)

F). Hai orang-orang yang beriman, tha’atilah Allah dan tha’atilah Rasulnya, dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alqur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (An-Nisa’ : 59)

G). Dan Kami tidak mengutus seseorang Rasul, melainkan untuk ditha’ati dengan seidzin Allah. (An-Nisa’ : 64)

H). telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari qiyamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al-Ahzab : 21)

I). Katakanlah : Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Katakanlah : Tha’atilah Allah dan Rasulnya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir. (Ali ‘Imran : 31-32)

J). Orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang (Alqur’an) yang diturunkan kepadanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raf : 157)

K). Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumannya. (Al-Hasyr : 7)

L). Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasulnya mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para Shiddiqiin. orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (An-Nisaa’ : 69)

Dalil-dalil Hadits.

A). Dari Katsir bin Abdullah dari ayahnya dari kakeknya RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabinya. (HR. Ibnu Abdil Barr)

B). Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda : Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduaya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya. (HR. Malik)

C). Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata : Bahwasanya Rasulullah SAW pernah berkhutbah kepada orang banyak dikala hajji wada’, beliau bersabda : Sesungguhnya syaithan telah berputus asa bahwa ia akan disembah di tanahmu ini, tetapi ia puas ditha’ati pada selain demikian yaitu dari apa-apa yang kalian anggap remeh dari amal perbuatan kalian. Maka hati-hatilah kalian. Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kamu sekalian apa-apa yang jika kamu sekalian berpegang teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabinya. (HR. Al-Hakim)

D). Dari Jubair bin Muth’im RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : Hendaklah kamu sekalian bergembira, karena sesungguhnya Alqur’an ini ujungnya berada ditangan Allah sedang ujungnya yang lain ditangan kamu sekalian. Oleh sebab itu hendaklah kalian berpegang teguh kepadanya, maka  sungguh kamu sekalian tidak akan binasa dan tidak pula akan sesat sesudah itu selama-lamanya. (HR. Al-Bazzar dan Ath-Thabarani)

E). Dari Hudzaifah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : Hendaklah kamu sekalian beredar bersama kitab Allah (Alqur’an) kemana saja ia beredar. (HR. Al-Hakim)

F). Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW beliau bersabda : Biarkanlah saya memberikan apa-apa yang kutinggalkan kepada kalian. Sesungguhnya telah binasa orang-orang sebelum kalian disebabkan tuntutan mereka dan penentangannya kepada Nabi-nabi mereka. Karena itu apabila aku melarang kalian dari sesuatu, maka jauhilah dia, dan apabila aku memerintahkan sesuatu perkara kepada kalian, maka laksanakanlah perintah itu dengan semaksimalmu. (HR. Bukhari)

G). Dari Abu Musa, dari Nabi SAW beliau bersabda : Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan apa yang aku diutus oleh Allah dengannya adalah seperti seorang laki-laki yang datang kepada suatu kaum. Lalu laki-laki itu berkata : “Hai kaumku, sesungguhnya aku telah melihat dengan mata kepalaku ada pasukan (musuh yang akan menghancurkan kita). Dan aku betul-betul memberikan peringatan kepadamu, maka mengungsilah agar selamat. Segolongan kaum itu ada yang tha’at, lalu di malam hari itu mereka pergi mengungsi dengan hati-hati, maka mereka selamat. Dan ada pula segolongan dari kaum itu yang tidak percaya, mereka tetap ditempatnya, maka diwaktu pagi tentara musuh itu datang menyerbu mereka, menghancurkan dan memporak-porandakan mereka. Demikianlah perumpamaan orang yang tha’at kepadaku lalu mau mengikuti apa yang aku datang dengannya dan perumpamaan orang yang bermakshiyat kepadaku dan mendustakan apa yang aku datang dengannya berupa Al Haq (kebenaran). (HR. Muslim)

H). Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : Semua ummatku kelak akan masuk surga, kecuali orang yang tidak mau. Para shahabat bertanya : Ya Rasulullah siapa orang yang tidak mau (masuk surga) itu ?. Beliau SAW bersabda : Barangsiapa yang tha’at kepadaku, niscaya ia masuk surga dan barangsiapa yang bermakshiyat kepadaku, sungguh ia telah menolak untuk masuk surga. (HR. Bukhari)


Dari Dalil2 Qur’an dan hadits diatas Membuktikan Supaya umat muslim Mengikuti 2 petunjuk atau berpedoman Qur’an dan Hadits bukan berpedoman kepada yg lain Seperti Pancasila dan Uud 1945.

Banyak sy jumpai Di sosmed maupun di Dunia nyata Ntah itu dr Kalangan Ulama atau kiay dan Masyarakat biasa dari yg awam nyampe yg berpendidikan tinggi, mereka mengatakan Apakah Hti/Kilafah tidak bertentantangan dengan Pancasila dan Uud, bahkan Hampir 80% saya amati mereka mengutamakan Pancasila dan Uud 1945 dan menomor duakan Alquran dan hadits.

Ormas Hti/ yg di sebut Kilafah Adalah merujuk kedalam Qur’an dan hadits karena memang Umat islam di suruh berpedoman Dengan Qur’an dan hadits Bukan dengan yg lainnya.

Kilafah tujuannya menegakkan Perintah Allah subhana Wataala sesuai Dengan Qur’an dan Hadits. Namun Malah di hadang. Ironisnya yg menghadang adalah sebagian besar Umat islam sendiri. yg sudah termakan progam orentalis yahudi Nasrani.

Bukankah Kilafah itu ajaran islam? Mungkin anda yg sekolah tinggi dan mondok puluhan tahun lebih tau dari saya. Yaitu Yg dasarnya Adalah Alqur’an dan hadits.

Sebenarnya Jika umat Islam mau mengukur atau Menilai sejauh mana ajaran itu benar atau tidak atau keliru atau tidak itu rujukannya Alquran dan hadits bukan pancasila Dan Uud 45. Jika ada orang Muslim yg mengatakan apa Hti tidak bertentangan dgn Uud dan Pancasila itu silahkan Asal jangan bilang Quran dan hadist yg bertentangan. Namun yg di pertanyakan Di sini anda umat islam apa bukan..

Cukup smpai disini dulu… Tulisan ini masih bersambung lain waktu masih sy lanjutin. Silahkan jika ada yg ingin mengkritisi Tapi Syaratnya jgn paut.

 
 Dwiwap

Comments

comments

tags: