Allah Ta’ala berfirman :
Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah. (QS. Al Imran: 103)

Allah Ta’ala berfirman :
Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. (QS. Al-An’am: 159)

Ibnu Jarir At-Thobari rahimahullah berkata : Orang yang tersesat mereka meninggalkan agamanya dan sungguh partai dan golongan telah memecah belah agama yang diridhoi Alloh untuk para hambanya, sehingga sebagian menjadi Yahudi, Nasrani dan Majusi. Inilah yang dinamakan perpecahan, mereka bergolong-golongan tidak mau bersatu, mereka mengerti agama yang benar, akan tetapi meninggalkannya dan memecah-belah. (Tafsir At-Thobari 8/78)

Syaikhul Islam berkata: Dan tidak boleh seorangpun membuat undang-undang yang dia menyenangi orang atau memusuhinya dengan dasar peraturannya, bukan peraturan yang tercantum dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Majmu Fatawa Ibnu Taimiyah 20/164)

Dr. Zakir Naik berkata: bahwa hukum membuat kelompok hukumnya HARAM, inilah yang membuat nama-nama islam berbeda, namun nama yang sesungguhnya adalah muslim. Ulama’ manapun yang menyampaikan Al Qur’an dan Hadits shahih maka ikutilah. (Selengkapnya anda bisa melihat video penjelasan beliau)

Dwi Wap berkata: Dilarang berkelompok dan bergolangan dan sejenisnya karena menyebabkan Taqlid buta dan Fanatik buta, alasan apapun tujuan mendirikan kelompok atau golongan sejatinya orang tersebut tetapkah pemecah belah umat islam, karena dengan mendirikan Kelompok dan golongan akan makin mempertajam perbedaan, karena pada umumnya setiap kelompok dan golongan merasa bangga dengan golongannya dan pemahaman masing-masing, maka dari itu untuk menghindari semua itu marilah kita ke kembali ke islam saja yang sesuai dengan dua petunjuk yaitu Qur’an dan hadits yg ada sumbernya dari Al-Qur’an.

===============================

ORANG-ORANG YANG MEMBUAT GOLONGAN-GOLONGAN DALAM ISLAM PASTI ORANG-ORANG PANDAI (TOKOH-TOKOH ISLAM) BUKAN ORANG AWAM.

AYAT-AYAT ALLAH TENTANG LARANGAN MEMBUAT GOLONGAN-GOLONGAN DALAM ISLAM SUDAH JELAS.

JADI YANG MENGAJAK MENDUSTAKAN AYAT-AYAT ALLAH ADALAH ORANG-ORANG PINTAR (TOKOH-TOKOH ISLAM) BUKAN ORANG AWAM ?

MASIH PERCAYAKAH DENGAN TOKOH-TOKOH ISLAM SEPERTI ITU ?

Comments

comments