17 LANGKAH CARA MEMBASMI DAN MENUMPAS KEKUATAN ISLAM DAN UMAT ISLAM INDONESIA MELALUI TEORI TANDINGAN
1. Langkah kesatu

Jauhkan umat Islam dari Al-Qur’an dan Hadist Nabinya dan terbitkan buku-buku pedoman (bab rukun Islam atau fiqih) yang telah diterjemahkan.
2. Langkah kedua
Hindarkan pelajaran Al-Qur’an dan Hadist Nabi masuk ke sekolah-sekolah formal agar mereka tidak mengetahui tentang ajaran Islam, perintah dan larangan Tuhannya.
3. Langkah ketiga
Dorong para tokoh Islam atau ulama dan sarjana agama Islam untuk menjadi pengarang dan memperbanyak karangannya tentang ajaran Islam sehingga masyarakat Islam tidak mau mempelajari ajaran Islam dari sumbernya (al-Qur’an dan Hadist).
4. Langkah keempat
Kisahkan beberapa surat Al-Qur’an kedalam buku-buku kecil untuk mengecilkan surat lain dan kisahkan bab pembahasan ajaran, aturan dan hukum Islam kedalam buku-buku kecil yang terpisah ( bab tentang kekhalifahan, politik, sosial, ekonomi, ilmu, dan pendidikan dan lain-lain) agar mereka tidak mengetahui Islam secara keseluruhannya serta menganggap diantara surat Al-Qur’an ada yang lebih tinggi derajatnya.
5. Langkah kelima
Pisahkan penafsiran Al-Qur’an dengan Hadist Nabi melalui peninggian derajat Al-Qur’an dari Hadist nabi. Dan tumbuhkan pandangan kepada mereka bahwa Hadist dho’if tidak terpakai, sehingga mereka ber Tuhan tak ber Nabi.
6. Langkah keenam
Tumbuhkan pelajaran seni membaca Al-Qur’an sehingga mereka tekun kepada memperbaiki suara, ilmu lagu, irama dan tidak menyimak artinya, serta senang menyanyikan surat dari Tuhannya.
7. Langkah ketujuh
Perbanyak acara festival perlombaan seni membaca Al-Qur’an dan tulis kaligrafi serta beri hadiah yang menggiurkan bagi pemenangnya agar dapat merangsang masyarakat Islam tekun pada seni baca dan lagu dari pada isinya.
8. Langkah kedelapan
Pisahkan lembaga pendidikan negeri dan swasta, pisahkan lembaga pendidikan swasta yang mengajarkan mata pelajaran umum dan mata ajaran Islam.
9. Langkah kesembilan
Tumbuhkan pemahaman kepada masyarakat bahwa semua agama itu baik dan benar. Semua agama mengajarkan kebaikan bagi manusia.
10. Langkah kesepuluh
Ciptakan aturan/perundang-undangan (hadits, pen) yang dapat memperuncing perbedaan antar umat Islam, dan biarkan perbedaan itu menjadi polemik diantara mereka, sehingga menjadi kasus dan permusuhan yang tak kentara diantara mereka.
11. Langkah kesebelas
Tumbuhkan pemahaman kepada umat Islam bahwa agama itu untuk akherat.
12. Langkah kedua belas
Dorong mereka dan lembaga pendidikan Islam/pesantren untuk menyelenggarakan dan mempelajari ilmu sihir dan kekebalan dengan alasan untuk bela diri dari serangan luar dan bukan melakukan persiapan bela diri dari neraka.
13. Langkah ketiga belas
Jauhkan umat Islam dari kewajiban pertamanya yaitu berstu, berpemimpin intern dalam satu wilayah, mengatahui jumlah dan data keadaan umat dan program bersama.
14. Langkah kempat belas
Permudah perizinan pembentukan organisasi orpol, ormas, lembaga pendidikan, sosial atau yayasan agar mereka berjalan pada arah yang berbeda-beda
15. Langkah kelima belas
Hindarkan umat Islam bersatu dan berpemimpin (satukomando) dalam setiap pelaksanaan rukun Islam dengan mengfigurkan sebagian tokoh/ulama atau mengfigurkan sebagian orpol atau ormas yang ada pada uma Islam.
16. Langkah ke enam belas
Hidupkan adat istiadat dan kebudayaan daerah yang dianggap mereka suatu yang ritual seperti acara peringatan maulid, rajabiyah, asyuro, tahlilah, yasinan, acara dzikir, dan lain -lain agar mereka habis umur dengan acara rutin tersebut dan keuangan umat tidak pernah bersatu.
17. Tangani segala pelaksanaan interen umat yang menghasilkan uang keuangan (infaq, sodaqoh, zakat harta, zakat fitrah, pernikahan, waris, wakaf, hibah, haji, qorban) oleh lembaga negara, sehingga kekuatan dan sumber pembangunan Islam tercecer dan berserakan dan salah guna.

BAGIKAN KE :
UZTAD GURU AGAMA KYAI ULAMA, SERJANA AGAMA.
APA REAKSINYA ?
copas.

Comments

comments